Selasa, 08 Maret 2016

Semester 2 yang Cukup Melelahkan


https://d13yacurqjgara.cloudfront.net/users/148441/screenshots/1680589/uncomfort.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin5QedzoHOsGRyTeYNWB309pcGruWrkI_9hIjPxJ_qGooChtlOj2Hqftzx8XuQ77pInaJ7u_3RDn7o76vGkW8WicgMpfZiJhMA0d_qDD7uj2Zvraz7KI69PDTc07TIV5sEGVpSRa3C3lmp/s1600/keluar+dari+zona+nyaman.jpg




          Hmmm.. Fiuuuuhh.. hembusan nafas panjang ku coba rentangkan seluas mungkin. Menikmati udara yang rasanya semakin sempit dan sesak saja. Memasuki dunia perkuliahan, dan mengambil jurusan yang keluar dari zona aman adalah sesuatu hal yang tak mudah ternyata. Banyak hal yang harus ditata, diperbaiki, dan dipersiapkan. Mendapati hasil semester satu yang sangat cukup sekali, ternyata belum bisa membuatku bertekad teguh untuk melakukan yang terbaik di semester dua ini. Ah... bukan demikian. Aku sudah berusaha yang terbaik, hanya saja aku belum bisa mencapai posisi itu. Posisi dimana aku bisa menikmati setiap perjalananku di semester genap ini sehingga tak ada alasan untuk malas, menyerah, dan merasa sulit dengan setiap rintangan dan tantangan yang ada di depan mata. Hmm.. diplomatis sekali. 8 Maret 2016. Artinya hampir aku berada di tengah perjalanan atau bahkan telah berada di tengah perjalanan semester dua ini. Hasil middle test satu persatu memperlihatkan betapa mudahnya aku menyerah terhadap persoalan yang terbentang dihadapanku. Apa aku telah lupa bagaimana proses perjuangan saat di bangku sekolah dulu? Apa aku telah lupa bagaimana caranya menghadapi dan menaklukkan setiap masalah yang muncul? Apa aku lupa dengan senyum bangga kedua orang tua yang mendapati anaknya mengukir prestasi? Apa aku lupa akan setiap tetes keringat yang mereka abaikan demi mewujudkan harapan buah hatinya? Apa aku lupa bahwa setiap usia seseorang memiliki batas yang sudah ditentukan oleh sang Kuasa yang entah kapan ia berakhir?  Apa aku lupa setiap langkah bahkan setiap hembusan nafas seseorang telah dicatat rapi oleh utusan Al ‘Aziz? Ah… kenapa terlalu banyak hal yang ku lupakan? Hingga detik ini jua, apa kau masih ingin berada di posisi seperti ini? Terlalu banyak tanya yang harus kutanyakan pada diriku. Terlalu banyak hal yang harus kuperbaiki dari diriku. Sadarlah Irma. Kau hidup bukan hanya untuk dirimu saja. Tapi juga untuk mereka, keluargamu, agama, umat, untuk sebuah amanah suci dari Sang Maha Pencipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kenapa Harus Sholat Dhuha?

  KUNCI ISTIQOMAH Beberapa waktu terakhir, berkali-kali buat list to do untuk sholat dhuha. Tapi beberapa kali, juga terlewat waktunya. Se...