Sabtu, 18 Juni 2016

Hanya mampu berbisik dalam..



    Lagi-lagi aku hanya mampu berbisik pada sunyinya malam. Dalam isakan tangis yang entah darimana ia terpacu. Perasaan tak pasti tentang semua gelisah yang hadir. Dalam diam air mata itu terus menetes tak henti-hentinya. Dan kubiarkan semua terurai, karena hanya itu yang mampu kulakukan pada saat itu. Lisanku masih terlalu keluh untuk menjelaskan semua, bahkan hati dan jiwaku masih terlalu buta untuk memahami perasaan yang hadir. Semua datang begitu saja. Tanpa memberi kejelasan yang pasti.
          Masih dengan malam.. sembunyi dalam sepi, menyimpan harapku untuk mengakhiri ini semua. Mengahiri semua resah. Mengakhiri semua keluh. Namun itu tak jua mampu menghapus semua gelisah dan gejolak emosi. Allah.. ampunilah dosaku.. bisikan lembut itu akhirnya terucap dari lisanku. Samar sekali, bahkan mungkin hanya aku sendiri yang mampu menengarkannya.
           Masih dengan malam.. pikirku melayang membayang. Kenapa aku terlalu lemah? Mengapa aku tak sekuat baja dan batu karang? Mengapa aku memilih untuk diam? Mengapa aku tak jua berdiri tegap, menatap, dan beranjak? Mungkin pernah, tapi mengapa hanya saat tertentu saja? Mengapa aku tak mampu bertahan di tengah badai nan ombak? Mengapa tak kubiarkan diriku tenggelam dalam keistiqomahan langkah menuju keridhoan-Nya?
         Masih dengan malam.. bisikan kuat itu hadir memecah sunyi. TIDAK !! Aku adalah perempuan yang kuat. Lemahku bersimpuh pada-Nya. Aku bukanlah perempuan yang selalu diam menatap kisah yang terjadi. Ada kalanya lisan berucap, raga berdiri, menatap dan beranjak. Aku bukanlah perempuan yang tunduk begitu saja dengan suasana hati. Mungkin aku bukanlah batu karang ataupun baja, tapi Allah telah selipkan kasih dan cinta yang suci padaku hingga badai dan ombak pun mampu kuhadapi jika aku mau. Allah.. Maka nikmat-Mu mana lagi yang akan kudustakan?. Engkau sempurnakan kekurangan dengan kelebihan. Engkau elokkan ciptaan-Mu menurut barometer terbaik-Mu. Dan semua kembali pada masing-masing jiwa. Mau atau tidak untuk melakukan yang terbaik.
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang ada pada diri mereka” [Ar-Ra’d:11]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kenapa Harus Sholat Dhuha?

  KUNCI ISTIQOMAH Beberapa waktu terakhir, berkali-kali buat list to do untuk sholat dhuha. Tapi beberapa kali, juga terlewat waktunya. Se...