
Saat
mata ini melihat gunung.
Ingin rasanya aku mencapai puncak tertingginya.
Ingin rasanya aku mencapai puncak tertingginya.
Tapi
jelas tak mudah untuk mencapai itu,
karena
aku harus melalui tanjakan demi tanjakan yang siap menunggu.
Tak
jarng, disetiap tanjakan itu akan kutemui rintangan yang menghalang.
Terjatuh,
terluka, berdarah, atau bahkan patah tulang bukanlah sebuah ketidakmungkinan
yang akan kudapatkan nantinya.
Proses.
yah.. semua butuh proses, usaha, kerja keras, berlatih, istirahat dan berdo'a.
Kata
orang bijak, Allah menilai kita bukan dari hasilnya, tapi dari prosesnya.
Jadi,
kini... yang harus dipikirkan bukanlah berapa kali kita terjatuh. Tapi berapa
kali kita bangkit setelah terjatuh.
Ujian kali ini mungkin aku sedang terjatuh,
Ujian kali ini mungkin aku sedang terjatuh,
karena
belum siap menghadapi rintangan yang menghadang.
Banyak
yang harus kupersiapkan.
Banyak
yang harus kuperbaiki dari diriku, agar mampu kembali mendaki gunung dengan
baik dan bisa mencapai puncak tertinggi.
Wahai dzat yang Maha Kuasa...
Wahai dzat yang Maha Kuasa...
Bimbinglah
hati ini untuk senantiasa mendapat keteguhan iman, dan mencapai keridhaan-Mu.
Rencana-Mu
jauh lebih baik dari apa yang bisa ku rencanakan.
Mohon
bimbingan-Mu dari segala bentuk penyakit Qalbu.
Semoga jiwa ini bisa mengambil kebaikan yang tersimpan di dalamnya.
Semoga jiwa ini bisa mengambil kebaikan yang tersimpan di dalamnya.
(UAS I_XI IPA 1_2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar