Jumat, 03 Januari 2014

Terjatuh


Saat mata ini melihat gunung.
Ingin rasanya aku mencapai puncak tertingginya.
Tapi jelas tak mudah untuk mencapai itu,
karena aku harus melalui tanjakan demi tanjakan yang siap menunggu.
Tak jarng, disetiap tanjakan itu akan kutemui rintangan yang menghalang.
Terjatuh, terluka, berdarah, atau bahkan patah tulang bukanlah sebuah ketidakmungkinan yang akan kudapatkan nantinya.
Proses. yah.. semua butuh proses, usaha, kerja keras, berlatih, istirahat dan berdo'a.
Kata orang bijak, Allah menilai kita bukan dari hasilnya, tapi dari prosesnya.
Jadi, kini... yang harus dipikirkan bukanlah berapa kali kita terjatuh. Tapi berapa kali kita bangkit setelah terjatuh.
Ujian kali ini mungkin aku sedang terjatuh, 
karena belum siap menghadapi rintangan yang menghadang. 
Banyak yang harus kupersiapkan. 
Banyak yang harus kuperbaiki dari diriku, agar mampu kembali mendaki gunung dengan baik dan bisa mencapai puncak tertinggi.
Wahai dzat yang Maha Kuasa...
Bimbinglah hati ini untuk senantiasa mendapat keteguhan iman, dan mencapai keridhaan-Mu.
Rencana-Mu jauh lebih baik dari apa yang bisa ku rencanakan.
Mohon bimbingan-Mu dari segala bentuk penyakit Qalbu.
Semoga jiwa ini bisa mengambil kebaikan yang tersimpan di dalamnya.

(UAS I_XI IPA 1_2013)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kenapa Harus Sholat Dhuha?

  KUNCI ISTIQOMAH Beberapa waktu terakhir, berkali-kali buat list to do untuk sholat dhuha. Tapi beberapa kali, juga terlewat waktunya. Se...