Hampir tiga minggu sudah sumpah itu terlontar
dari lisan-lisan para Mujahid Mujahidah
Selalu terkenang saat air mata itu tak mampu
bertahan di bentengnya
Mengalir sendu dengan iringan hati yang
berbisik, "Aku tak bisa. Apakah aku bisa. Tidak aku tak bisa. Tapi aku
harus bisa. Aku bisa."
Dan akhirnya, sumpah itu berakhir dengan hujan
mutiara air mata.
Entah apakah itu hanya hujan yang semu, hujan
penyejuk, hujan penyesalan, hujan ketidaksiapan atau apa ?
Akupun tak tahu. Rasanya lisan ini keluh, hati
terasa beku, pikiran terpaku, pandanganku menerobos ke depan, terus menerobos,
mencoba meraba-raba keadaan masa depan,
tapi TIDAKK !!! aku tak mampu merabanya.
BUKAN !!! tapi aku belum bisa merabanya.
Ya Allah... Engkau yang Maha Tahu. Bagaimana
diriku, jiwaku saat itu, kini dan nanti. Apakah aku mampu?? Sampai
sekarang masih terngiang mengusik pikiran.
Tapi.. apakah sekarang adalah saat yang tepat
untuk berpikir seperti itu ??
Wahai zat yang Maha Kuat...
Wahai zat yang Maha Kuat...
Kuatkanlah hati, iman, dan jiwa kami..
Izinkan kami agar tak menjumpai kerapuhan hati,
iman dan jiwa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar