“..Sehingga ketika manusia cenderung
mementingkan selain-Nya, ia pasti akan mengalami keterasingan dalam jiwanya. Seolah
ada sesuatu yang telah hilang dari dirinya. Itulah naluri ketauhidan..”
Aku merasakan keterasingan dalam jiwaku, dan memang seolah ada sesuatu yang
telah hilang dari diriku. Aku terasa terombang-ambing. Benar-benar seolah
berada di tengah-tengah ombak. Mencari sesutau yang hilang itu. Dan aku tak
tahu kepada siapa aku harus bepegangan. Darimana aku harus mencarinya. Aku merasakan
ombak telah mengepunguku. Sedangkan disisi lain ada tugas yang harus aku
selesaian. Aku membutuhkan hal yang hilang itu. Tapi aku belum bisa
menemukannya.
Aku tak ingin menjadi yang lemah, tapi tetap tak mampu. Aku tak ingin menangis,
tapi tak bisa kusembunyikan. Aku ingin menjadi sosok Fatimah az-Zahrah, Aisyah
bin Abu Bakar, Ummu Khodijah, Asiyah. Tapi ketahuilah, kenginan itu seolah
sulit untuk kutancapakan lebih dalam di qalbuku. Mencoba kutancapkan lagi, tapi
tak bisa. Seolah tempat untuk menancapkan itu terlalu keras. Aku sedih, kenapa
aku tak bisa menancapkan keinginan-keinginan itu dengan kuat. Aku seolah rapuh.
Seolah tak ada daya. Oh Rabbi… apa yang harus aku lakukan. Diluar sana
kewajiban telah menunggu untuk segera diselesikan. Tapi rasanya sulit untuk
menyelesaikannya dengan keadaanku yang seperti ini. Sangat sulit. Aku
harus bangkit, tapi seolah kakiku gemetar, kabut menghalangiku. Ya Rabb…
bimbing kami, beri kami hidayah-Mu, bukalah pintu hati kami, kuatkan kami.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar