Kamis, 17 April 2014

Rapuh


“..Sehingga ketika manusia cenderung mementingkan selain-Nya, ia pasti akan mengalami keterasingan dalam jiwanya. Seolah ada sesuatu yang telah hilang dari dirinya. Itulah naluri ketauhidan..”
            Aku merasakan keterasingan dalam jiwaku, dan memang seolah ada sesuatu yang telah hilang dari diriku. Aku terasa terombang-ambing. Benar-benar seolah berada di tengah-tengah ombak. Mencari sesutau yang hilang itu. Dan aku tak tahu kepada siapa aku harus bepegangan. Darimana aku harus mencarinya. Aku merasakan ombak telah mengepunguku. Sedangkan disisi lain ada tugas yang harus aku selesaian. Aku  membutuhkan hal yang hilang itu. Tapi aku belum bisa menemukannya.
            Aku tak ingin menjadi yang lemah, tapi tetap tak mampu. Aku tak ingin menangis, tapi tak bisa kusembunyikan. Aku ingin menjadi sosok Fatimah az-Zahrah, Aisyah bin Abu Bakar, Ummu Khodijah, Asiyah. Tapi ketahuilah, kenginan itu seolah sulit untuk kutancapakan lebih dalam di qalbuku. Mencoba kutancapkan lagi, tapi tak bisa. Seolah tempat untuk menancapkan itu terlalu keras. Aku sedih, kenapa aku tak bisa menancapkan keinginan-keinginan itu dengan kuat. Aku seolah rapuh. Seolah tak ada daya. Oh Rabbi… apa yang harus aku lakukan. Diluar sana kewajiban telah menunggu untuk segera diselesikan. Tapi rasanya sulit untuk menyelesaikannya dengan keadaanku yang seperti ini. Sangat sulit. Aku  harus bangkit, tapi seolah kakiku gemetar, kabut menghalangiku. Ya Rabb… bimbing kami, beri kami hidayah-Mu, bukalah pintu hati kami, kuatkan kami.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kenapa Harus Sholat Dhuha?

  KUNCI ISTIQOMAH Beberapa waktu terakhir, berkali-kali buat list to do untuk sholat dhuha. Tapi beberapa kali, juga terlewat waktunya. Se...