Oh
Allah.. Ada apa dengan hari ini ???
Ini
semua membuatku teringat beberapa waktu lalu. Saat itu adalah acara launching
Majalah pertama sekolahku. Sepulang acara itu, ku baca-baca tuh majalah. Sampai
pada lembar profil. Ada dua siswa yang jadi profil di dalamnya. Temen sekelasku
yang multi talent dan kakak kelasku yg hafidzoh (hafal Al-Qur’an). Terkadang ada
rasa gemetar saat membaca perjalanan mereka. Sempat ada pikiran yang lewat di
benakku. Ingin deh bisa jadi profil di majalah. Tapi benakku itu langsung
tersingkap. Ah… tak mungkin rasanya. Siapa aku ?? tak ada prestasi yang bisa
dibanggakan. Pribadiku biasa-biasa saja. Tak ada yang istimewa dalam diriku. Bahkan
akupun masih sering bergelut marah atau kesal dengan diriku sendiri. rasanya
jauh kemungkinan untuk menjadi profil di Majalah ini. akupun tak berharap
besar. Karena tak ada yang bisa ku berikan ketika aku menjadi profil di majalah
nanti.
Tapi
hari ini. saat ada rapat majalah (kebetulan aku jadi staff redaksi), hasilnya
memutuskan pada rubik profil prestasi yang akan dimuat adalah Mr. M (temen ku)
dan aku. Ha..??? apa ini nggak salah. Kembali pada pertanyaan yang lalu. Siapa
aku ??? ada yang bilang. Sampean itu ketua ini, itu, jadi ini, itu. Ah… itu
semua nggak bisa dijadikan jaminan. Yah mungkin aku kebetulan mendapat amanat
untuk menjadi pimpinan di beberapa organisasi. Tapi sungguh. Itu tak bisa menjadi jaminan. Allah… ada apa ini ?? apa
aku pantas untuk menjadi profil di majalah itu. Aku bukan siapa-siapa.. kembali
kalimat itu muncul di benakku. Aku sudah berusaha mengelak. Berharap.. sangat
berharap biar keputusan itu bisa berubah. Tapi tetap saja. Malah dicuekin… Oh
rabbi… akhirnya aku pasrah. Mungkin ini semua sudah jalan yang harus kulewati. Aku
hanya berdo’a pada-Mu ya Rabbi.. Jika memang ini membawa kebaikan maka
permudahlah urusannya. Dan jika ini justru membawa keburukan bagi siapapun. Maka
ku mohon jauhkanlah urusan ini dari kami. Allah.. Hanya kepada-Mu kami
bergantung. Kami mohon ampun dan bimbingan-Mu ya Allah..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar