![]() |
| Doc. 16 Mei 2019 Semalam di SweesBell. |
Maka
percayalah. Masing-masing tentu punya alasan atas apa yang ingin ditulisnya.
Kalaupun ditemui ketidaksesuaian terhadap dirinya dan apa yang ditulisnya, jangan segan untuk menyampaikan. Lalu hadir sebagai seorang teman yang menjadi
nasihat. Iyaaa. Karena kita hanya manusia. Masing-masing sedang berupaya untuk
melakukan yang terbaik di sisa usia.
Surat
cinta dari-Nya dalam Mushaf Al Qur’an yang ke 103 seringkali menampar diri.
“Demi
masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan
mengerjakan kebajikan, serta mereka yang saling menasehati untuk menetapi
kebenaran dan menetapi kesabaran.”
Percayalah,
kita tidak bisa berdiri sendiri tanpa nasihat dan saling menasihati.
Kita
tidak bisa berjalan sendiri di dunia ini. Aku juga. Aku butuh kalian, kita,
agar bisa saling melengkapi.
Back to topic.
Awalnya aku juga sering ragu setiap mau nulis. Apalagi semakin ke sini, aku sadar. Aku termasuk orang yang suka detail. Walhasil, banyak pertimbangan untuk sampai sebuah tulisan yang akan meluncur terbit ke publik, karena dilindu ketakutan, keraguan, dan kekhawatiran terhadap apa yang ku tulis.
Awalnya aku juga sering ragu setiap mau nulis. Apalagi semakin ke sini, aku sadar. Aku termasuk orang yang suka detail. Walhasil, banyak pertimbangan untuk sampai sebuah tulisan yang akan meluncur terbit ke publik, karena dilindu ketakutan, keraguan, dan kekhawatiran terhadap apa yang ku tulis.
Lalu,
aku sadar. Bahwa waktu hanya berjalan sekali. Yang lalu tidak akan menghampiri kembali. Maka, tulis saja dulu. Untuk apa? Untuk merawat dan menjaga ingatan. Agar cerita dan kisah kita mampu melampaui masa dan usia. Beruntung jika ada yang bisa menikmatinya atau mengambil hikmah dari apa yang kita tulis lalu dibaca.
Tulis saja dulu. Sebisa mungkin. Sebaik mungkin. Selama sempat itu ada. Selebihnya, tentang ketakutan dan kekhawatiran, kita urus nanti. Sambil berjalan, sambil terus berbenah.
Aku juga masih belajar.
Tulis saja dulu. Sebisa mungkin. Sebaik mungkin. Selama sempat itu ada. Selebihnya, tentang ketakutan dan kekhawatiran, kita urus nanti. Sambil berjalan, sambil terus berbenah.
Aku juga masih belajar.
Terimakasii
sudaa membaca sampai di sini :)
#nulisyuk #belajarmenulis #nulisyukbatch37
#nulisyuk #belajarmenulis #nulisyukbatch37

Tidak ada komentar:
Posting Komentar