![]() |
| Doc. 18 Juni 2018 - 17:19:08 WIB Senja di penghujung perjalanan / Sidoarjo |
Beberapa
hari lalu, Indonesia sempat diporakkan dengan parodi Saya Pamit. Iyaa,
konten Ria Ricis tentang Saya Pamit sempat menggegerkan para Netizen.
Ngomongin tentang channel ini. Beberapa kawan saya sempat terkejut, karena saya
sering kali melihat konten yang dibawa Ricis. Hahaha. Mungkin mereka nggak
nyangka kalau saya ternyata cukup suka liat channel itu. Kenapa suka? Saya salut
saja sama Ricis juga para Konten Kreator lain. Salut tentang Kegigihannya.
Meski tidak bisa dipungkiri, tentu tidak semua konten saya sepakat dan
meng-Amini. Ngomongin soal Pamit, kabarnya, berangkat dari konten itu, mau lanjut
dibuat buku. InsyaAllah, kalau tidak salah, judulnya “Saya Pamit”. Ditunggu
kabar selanjutnyaa.
Okke.. kembali ke topik.
Kali
ini, saya mau ikutan parodi “Pamit” untuk Kembali. Beberapa waktu lalu,
iseng scroll tulisan-tulisan lama di beberapa sosial media. Termasuk di blog
ini. Ternyata terakhir nulis di sini tahun 2016. Whohohoo. Lamaa yaa.
Pas
lagi scroll tulisan. Pengen ketawa jadinya, baper banget tulisanku dulu dulu. Bisa
jadi masuk kategori “Alay”. Wkwk. Sampai sempat punya rencana buat hapus tulisan-tulisan
dulu. Tapi.. Biarlah. Biar jadi catatan sendiri. Toh aku percaya, setiap
penulis akan menemukan pembacanya. Biarlah tulisan lama itu jadi
catatan yang barangkali bisa jadi jejak rekam. Whehee. “Ternyata dulu aku
pernah nulis kayak gitu yaa(?)”, misal kalimat itu yang akan keluar 5 atau
10 tahun lagi. Pas baca-baca lagi, kebanyakan yang ditulis nyeritain tentang masa
masa kegelisahan, masa masa suraam, masa masa dilema, masa masa yang bawaannya
pengen nangiis terus. Wkwk..
Yaaahh..
barangkali memang benar. Bahwa saat saat seperti itu, kalau kamu yang suka
nulis, menguraikan rasa dengan aksara adalah salah satu cara untuk melapangkan
sesaknya dada.
Naah,
ngomongin soal nulis. Iyaa, aku termasuk orang yang suka menikmati kata demi
kata. Sampai bingung sendiri jadinya, nuangin tulisan di macem-macem sosmed yang dipunya. Daan akhirnya
agak sebal sama diri sendiri. Kenapa? Gegara kebanyakan akun dari facebook
sampai wattpad, dan terakhir storial.co. Tapi tak kunjung lahir satu karya. Kok
bisa? Wkwk. Dua sosmed terakhir, malah masih kosong tak ber-Tuan (:v). Di lain
sosmed, hanya kata-kata yang sekadar terlintas. Konten tetap yang ada di blog,
ig, juga masih berantankan. Wkwk.. maafkan aku.
Kalau
kalian kenal aku, iyaa. Pada dasarnya aku sukaa sama sesuatu yang terstruktur. Jadi
kalau ada yang berantakan, bahkan hanya sekadar tulisan di akun ku sendiri. Rasanya
sudaa malas untuk ngapa-ngapain di sosmed ituu. Haha. Kabar buruknya, kayak
iman yang kadang bertambah dan berkurang. Mood buat ngerapiin sosmed dan nulis
juga kadang naik dan turun. Whehee. Walhasil, hanya bisa spam dan tak heran
kalau mimpi buat nulis minimal satu buku ituu tak kunjung dapat. Heuhuuuuuuu.
Baiklah..
baikk..
Itulah
kenapa tulisan ini ada. Izinkan Saya Pamit untuk Kembali.
Terkhusus
pamit pada diriku sendiri.
Pamit
untuk Kembali memulai yang sempat terhenti.
Aku
sadar. Manusiaa itu memang ga bisa sempurna.
Kesempurnaan
hanya milik Sang Maha Pencipta.
Manusia
hanya bisa terus berbenah dan berupaya agar bisa lebih baik dari sebelumnya.
Memulai
kembali untuk melangkah, lalu memperbaiki (?). Mungkin buat aku yang tipe orang
introvert. Butuh banyak pertimbangan dan perencanaan.
Semakin
ke sini. Aku lagi-lagi sadar. Kadang perencanaan itu bisa kita teruus
sempurnakan seiring berjalannya waktu. Yang penting, lakukan saja dulu.
Berbenah saja dulu. Melangkah saja dulu. Menulis saja dulu. Nanti, sambil
jalan. Sambil kita benahi apa-apa yang butuh dibenahi.
Terimakasii
sudaa sudi membaca dan mencoba memahami.
Semoga
ada ibrah yang terselip lalu bisa memperbaiki apa-apa yang butuh diperbaiki :))
Buat
Saya sendiri, dan kamu yang baca tulisan ini atau tulisan-tulisan saya yang
lain pada saat ini atau saatnya nanti.
#Kalian
boleh komen atau kasii saran dan masukan tentang tulisan ini :))

Endel-loh celalu😝😋
BalasHapusSek sek, apaa ini maksudnyaah? 😅
BalasHapus