Jumat, 16 Agustus 2019

Saya Pamit untuk Kembali

Doc. 18 Juni 2018 - 17:19:08 WIB
Senja di penghujung perjalanan / Sidoarjo 

Beberapa hari lalu, Indonesia sempat diporakkan dengan parodi Saya Pamit. Iyaa, konten Ria Ricis tentang Saya Pamit sempat menggegerkan para Netizen. Ngomongin tentang channel ini. Beberapa kawan saya sempat terkejut, karena saya sering kali melihat konten yang dibawa Ricis. Hahaha. Mungkin mereka nggak nyangka kalau saya ternyata cukup suka liat channel itu. Kenapa suka? Saya salut saja sama Ricis juga para Konten Kreator lain. Salut tentang Kegigihannya. Meski tidak bisa dipungkiri, tentu tidak semua konten saya sepakat dan meng-Amini. Ngomongin soal Pamit, kabarnya, berangkat dari konten itu, mau lanjut dibuat buku. InsyaAllah, kalau tidak salah, judulnya “Saya Pamit”. Ditunggu kabar selanjutnyaa.

Okke.. kembali ke topik.                        
Kali ini, saya mau ikutan parodi “Pamit” untuk Kembali. Beberapa waktu lalu, iseng scroll tulisan-tulisan lama di beberapa sosial media. Termasuk di blog ini. Ternyata terakhir nulis di sini tahun 2016. Whohohoo. Lamaa yaa.
Pas lagi scroll tulisan. Pengen ketawa jadinya, baper banget tulisanku dulu dulu. Bisa jadi masuk kategori “Alay”. Wkwk. Sampai sempat punya rencana buat hapus tulisan-tulisan dulu. Tapi.. Biarlah. Biar jadi catatan sendiri. Toh aku percaya, setiap penulis akan menemukan pembacanya. Biarlah tulisan lama itu jadi catatan yang barangkali bisa jadi jejak rekam. Whehee. “Ternyata dulu aku pernah nulis kayak gitu yaa(?)”, misal kalimat itu yang akan keluar 5 atau 10 tahun lagi. Pas baca-baca lagi, kebanyakan yang ditulis nyeritain tentang masa masa kegelisahan, masa masa suraam, masa masa dilema, masa masa yang bawaannya pengen nangiis terus. Wkwk..
Yaaahh.. barangkali memang benar. Bahwa saat saat seperti itu, kalau kamu yang suka nulis, menguraikan rasa dengan aksara adalah salah satu cara untuk melapangkan sesaknya dada.

Naah, ngomongin soal nulis. Iyaa, aku termasuk orang yang suka menikmati kata demi kata. Sampai bingung sendiri jadinya, nuangin tulisan di  macem-macem sosmed yang dipunya. Daan akhirnya agak sebal sama diri sendiri. Kenapa? Gegara kebanyakan akun dari facebook sampai wattpad, dan terakhir storial.co. Tapi tak kunjung lahir satu karya. Kok bisa? Wkwk. Dua sosmed terakhir, malah masih kosong tak ber-Tuan (:v). Di lain sosmed, hanya kata-kata yang sekadar terlintas. Konten tetap yang ada di blog, ig, juga masih berantankan. Wkwk.. maafkan aku.

Kalau kalian kenal aku, iyaa. Pada dasarnya aku sukaa sama sesuatu yang terstruktur. Jadi kalau ada yang berantakan, bahkan hanya sekadar tulisan di akun ku sendiri. Rasanya sudaa malas untuk ngapa-ngapain di sosmed ituu. Haha. Kabar buruknya, kayak iman yang kadang bertambah dan berkurang. Mood buat ngerapiin sosmed dan nulis juga kadang naik dan turun. Whehee. Walhasil, hanya bisa spam dan tak heran kalau mimpi buat nulis minimal satu buku ituu tak kunjung dapat. Heuhuuuuuuu.

Baiklah.. baikk..
Itulah kenapa tulisan ini ada. Izinkan Saya Pamit untuk Kembali.
Terkhusus pamit pada diriku sendiri.
Pamit untuk Kembali memulai yang sempat terhenti.
Aku sadar. Manusiaa itu memang ga bisa sempurna.
Kesempurnaan hanya milik Sang Maha Pencipta.
Manusia hanya bisa terus berbenah dan berupaya agar bisa lebih baik dari sebelumnya.
Memulai kembali untuk melangkah, lalu memperbaiki (?). Mungkin buat aku yang tipe orang introvert. Butuh banyak pertimbangan dan perencanaan.
Semakin ke sini. Aku lagi-lagi sadar. Kadang perencanaan itu bisa kita teruus sempurnakan seiring berjalannya waktu. Yang penting, lakukan saja dulu. Berbenah saja dulu. Melangkah saja dulu. Menulis saja dulu. Nanti, sambil jalan. Sambil kita benahi apa-apa yang butuh dibenahi.
Terimakasii sudaa sudi membaca dan mencoba memahami.
Semoga ada ibrah yang terselip lalu bisa memperbaiki apa-apa yang butuh diperbaiki :))
Buat Saya sendiri, dan kamu yang baca tulisan ini atau tulisan-tulisan saya yang lain pada saat ini atau saatnya nanti.

#Kalian boleh komen atau kasii saran dan masukan tentang tulisan ini :))

2 komentar:

Kenapa Harus Sholat Dhuha?

  KUNCI ISTIQOMAH Beberapa waktu terakhir, berkali-kali buat list to do untuk sholat dhuha. Tapi beberapa kali, juga terlewat waktunya. Se...